Archive for : October, 2016

Buang Sampah Sembarangan

13322031_10202136507529906_7549103013468728950_n Foto ini saya ambil dari atas selokan besar atau dalam bahasa Lubuklinggau disebut siring yang ada di sebelah kosan saya ketika tinggal di Lubuklinggau beberapa beberapa bulan lalu. Setiap hari saya melihat beberapa warga sekitar membuang sampah limbah rumah tangga ke selokan tersebut, bisa dibayangkan baunya seperti apa. Hal ini sudah saya sampaikan ke ketua RT, mirisnya ketua RT juga membuang sampah ke selokan itu juga. Hmmm….saya tidak menyerah, akhirnya hal ini saya sampaikan ke Walikota melalui pesan di facebook. Tetap dicuekin….cuma diread saja. Ini lebih sakit dari ngeBBM gebetan tapi cuma diread, ehhhh kok jadi curhat. Masih gk mau nyerah, akhirnya saya kirim pesan ke Kepala Dinas Kebersihan dan pertamanan melalui pesan di facebook, ditanggapi sihhh…tapi yah gitu aja tidak ada realisasi.

Setelah saya amati dan survey, alasan kenapa warga membuat sampah di selokan besar itu adalah karena akses tempat pembuangan sampah yang jauh dari lorong. Hmmmm sebenarnya gk jauh juga sih, cuma 200 m. Nampaknya kita memang perlu revolusi mental, semoga para orang tua sadar memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya.

post image

Terperanjat di Singapura (Part 1)

img_0240Sudah satu tahun saya memegang paspor, sayangnya belum satupun negara yang saya kunjungi. Akhirnya 31 Januari 2012 saya berhasil berangkat ke Singapura dengan terlebih dahulu memesan tiket AA sejak bulan september 2011. Sebagai pemula, tentu saja negara Singapura dan Malaysia menjadi tujuan. Ini merupakan pengalaman pertama kali perjalanan ke luar negeri, untungnya saya berangkat bersama teman yang biasa travelling ke Malaysia, setidaknya dia mengerti alur check in serta urusan imigrasi. Tidak ada hal yang istimewa ketika berada di terminal 3 AA, cuma saya membayar airport tax Rp 150.000, biasanya saya hanya membayar Rp 45000 untuk domestik. Saya diberikan kartu yang harus diisi, itu saja bedanya dengan alur check in di penerbangan domestik.

Setibanya di Singapura, banyak hal yg tidak biasa saya lihat di negara kita terjadi di singapura.
  • Antri yang tertib
Ketika pengecekan paspor dan kartu kedatangan oleh pihak imigrasi changi airport, di sana lah keterperanjatan saya dimulai. Fenomena yang sangat jarang terjadi di negara kita yaitu antri yang tertib. Saat itu saya menerobos garis merah , saya pikir jarak antara saya dengan orang yang mengantri di depan saya cukup jauh, akhirnya saya ditegur oleh petugas imigrasi, dan disuruh mundur tepat di garis merah. Biasanya saya suka BT kalau disuruh mengantri karena di negara kita masih ada orang yang suka menyerobot antrian. Mengantri pada saat pengecekan paspor di changi airport sama sekali tidak membuat saya BT dan kesal. Saya acungi jempol untuk negara Singapura dalam ketertiban antri.
  • Tidak ada calo Taxi
Di pintu keluar changi airport hanya terdapat beberapa TAXI yang standby, mereka tidak memaksa penumpang, sehingga kita lah yang aktif bertanya mencari TAXI, berbeda sekali dengan kenyataan yang terjadi di setiap bandara yang ada di negara kita, di mana terdapat banyak calo TAXI.
  • Supir TAXI menggunakan iphone
Saya sempat tertawa geli ketika melihat supir TAXI yang saya tumpangi menggunakan iphone, sembari menertawakan diri sendiri karena sampai sekarang saya belum mampu membeli iphone. Saya tidak tahu pasti apakah setiap supir TAXI di Singapura diwajibkan menggunakan iphone.
  • Kartu khusus untuk masuk Lift dan Condo
Selama di singapura saya menginap di rumah saudara teman saya, sempat terperanjat ketika ingin masuk lift, ternyata tidak bisa masuk kalau tidak mempunyai kartu.Untungnya kami mempunyai pulsa untuk menelepon tuan rumah. Pintu lift otomatis terbuka oleh tuan rumah. Ternyata di samping lift ada sejenis alat untuk memanggil tuan rumah, kita tinggal memencet nomor pintu condominium si tuan rumah. Saya menertawakan keudikan saya, maklum lah saya menghabiskan 18 tahun hidup saya di Provinsi kecil, 3 tahun ini saya tinggal di kos-kosan.
  • Toilet tidak ada shower
Yang membuat saya paling terperanjat adalah tidak ada shower di toilet, seumur hidup saya biasa dengan WC jongkok dan air dari keran. Semua toilet di Singapura tidak menyediakan shower, hanya ada gulungan tissu. Cara bodoh yang saya lakukan adalah sebelum masuk toilet saya membasahi tissu di wastafel. Ini cukup ampuh untuk membersihkan setelah BAK, kl seandainya BAB bagaimana?. Sebagai seorang muslim tentunya ini sangat tidak nyaman. Akhirnya saya menemukan toilet yang menyediakan shower dan air dari keran ketika berada di toilet masjid. Justru toilet di masjid tidak menyediakan tissu, tak hentinya saya mengucap syukur, akhirnya saya bisa BAB di sana.
  • Perbedaan waktu yang dipaksakan
Inilah hal yang sangat membuat saya bingung, perbedaan waktu indonesia-singapura selisih 1 jam. Setelah saya amati ternyata tidak ada perbedaan waktu. Hal bodoh yang pernah saya lakukan adalah sholat zuhur pada pukul 12.15 waktu singapura, ternyata adzan zuhur di singapura berkumandang pada pukul 13.15,pukul 13.15 waktu singapura sama saja dengan pukul 12.15 WIB. Tuan rumah bangun pada pukul 6.00 saat waktu subuh, orang singapura selesai bekerja pada pukul 17.30 dan saat itu matahari masih terang benderang. OK, dan saya katakan perbedaan waktu yang dipaksakan. Saya membuat kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan waktu antara Indonesia dan Singapura.

jadwal sholat di singapura

Masih banyak hal yang membuat saya terperanjat di Singapura, akan di post pada Terperanjat di Singapura (part 2)

Modul Pelatihan WordPress

Modul Pelatihan WordPress, dapat diunduh pada link berikut. modul-pelatihan-wordpress

Semoga Bermanfaat ūüôā

Abu Dhabi

img20160207010051

6 januari 2016 pukul 16.30 pesawat Etihad bertolak dari Jakarta menuju Abu Dhabi. Ini pertama kalinya saya melakukan perjalanan udara dengan waktu yang lama. Hal yang terlintas dipikiran saya adalah kepala pusing dan telinga sakit, syukur lah perjalanan selama 8 jam ini dapat di lalui dengan baik. Pesawat Etihad yang kami tumpangi ini memiliki formasi kursi 2-4-2. Selama di perjalanan saya memanfaatkan aplikasi hiburan yang disediakan oleh Etihad, setiap kursi dilengkapi LCD TV dengan koleksi lagu dan film terbaru. Setiap 3 jam sekali pramugari menawarkan makanan, menurut saya pelayanan Etihad sangat baik. Perjalan dari Jakarta ke Abu Dhabi kurang lebih 8 jam, kami transit di Abu Dhabi selama 3 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Hal yang paling lucu yang saya alami ketika dalam perjalanan menuju Abu Dhabi adalah ketika pramugari menawarkan minuman ke kakek yang berusia 75 tahun.

Pramugari bule : Excuse me, which drink do you want?
Si Kakek : “nunjuk botol wine putih”
Pramugari bule :¬† ohhhh, ok. “nuangin wine ke gelas”
Saya pun terkejut melihat si kakek mau minum wine,  saya langsung bilang ke pramugari bahwa  kakek itu tidak tahu yang dia pilih adalah wine, mungkin yang kakek maksud adalah air putih. Seketika itu juga pramugari memberikan air mineral. Kebayangkan kl si kakek minum wine, bisa-bisa teler gk bisa umrah :).

Pelayanan di bandara Abu Dhabi sangat baik, petugasnya juga friendly. Ketika saya masuk ke security check, petugas meminta bantuan saya untuk memperingatkan penumpang dari Indonesia¬† untuk tertib, hahahhaha….kebiasaan kita tidak mau antri terbawa sampai ke negara orang.

 [WRG id=123]

Perjalanan Menuju Tanah Suci

Alhamdulillah, February 2016 saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan ibadah umrah. Setiap Muslim/Muslimah tentunya sangat ingin melakukan ibadah tersebut. Di blog ini akan saya ceritakan bagaimana pengalaman saya berkunjung ke tanah suci.

[WRG id=74]